Senin, 29 Juni 2015

People Come and Go

Apa sih, yang kamu rasakan ketika kamu sedang jatuh cinta?

Bagi saya, jatuh cinta itu menyenangkan dan seru.

Kenapa seru? Misal, saya lagi sedang curi-curi pandang ke gebetan (Cieeeee.. Gebetan. Kayak anak muda aja), eh tiba-tiba gebetan nengok. Eaaaaaaa.. bingung, kepergok. Atau mungkin ketika kita terpeleset, dan posisi jatuh lagi "nggak banget", dan di situ ada gebetan. Kyaaaaaaa.. #NgumpetDiBawahRokEmak

Walaupun saya orang yang hiperaktif dan cerewet, saya termasuk orang yang pemalu ketika sedang berduaan dengan cowok yang saya suka. Saya selalu salah tingkah. Dan saya jadi lebih pendiam karena setiap kata yang akan keluar dari mulut saya, akan saya pikir terlebih dahulu. Apakah nanti topik ini akan seru atau tidak. Apakah topik anu nanti menyenangkan. Padahal, ketika dengan cowok lain, mulut saya nggak ada rem-nya alias blong! Cerita apa saja bisa keluar dari mulut saya. Ngok! Dipikir jero banget, bro! Ya, begitulah cinta #tsaaah :)

Rasa tertarik bisa jatuh kepada siapa saja. Tapi, untuk memutuskan rasa tertarik itu untuk menjadi rasa cinta atau sayang, menurut saya itu adalah pilihan.

Menurut saya, setiap orang punya kemampuan untuk mengendalikan perasaan, termasuk rasa cinta atau sayang. Mau memupuknya hingga subur, atau kah mau menahannya dalam batasan-batasan tertentu.

Tapi, seperti saya bilang tadi. Jatuh cinta itu menyenangkan. Kita kadang (atau sering?) akan lebih memilih untuk memupuknya sampai subur. Bahkan, meskipun kita tahu bahwa kita jatuh cinta dengan orang yang tidak tepat atau di situasi yang tidak tepat. Misal, jatuh cinta dengan pacar orang lain, atau jatuh cinta ketika kita sudah punya pacar, atau jatuh cinta dengan yang berbeda agama. Dari awal pasti sudah tahu dong, kalaupun jadi, hubungan tersebut akan banyak halangannya dan tidak berjalan dengan baik. Tapi, ya namanya juga jatuh cinta. Menyenangkan. Bagian yang kurang menyenangkan akan dipikirkan belakangan. Dan ketika ditanya tentang mau dibawa ke mana hubungan tersebut, baru deh bingung! Eaaaaaa.. :D

Suatu hubungan memang penuh ketidakpastian kan ya. Walaupun sudah jatuh cinta dengan sahabat yang sudah sangat mengerti sifat-sifat kita, sudah seagama, orang tua sudah saling kenal, bisa jadi ending-nya tidak sesuai seperti yang kita inginkan.

Jujur, saya sedang jatuh cinta, bihihihihihik, uhuk-uhuk. :D

Nah, saya tahu, rasa suka saya ini salah. AHA!
Tapi, jatuh cinta itu menyenangkan. Jadi, gimana dong?

Saya jadi sering senyum-senyum sendiri.
Saya jadi sering salah tingkah.
Kalau ada kejadian menyenangkan, saya bisa seperti kaset rusak yang cerita tentang cerita yang sama selama berhari-hari ke sahabat-sahabat saya. Sampai mereka bosan lah! HA-HA!
Saya juga bisa tiba-tiba bad mood kalau misal respon si doi tidak sesuai seperti harapan saya.

Akh, pokoknya hidup saya jadi lebih berwarna.

Tapi, karena saya tahu rasa suka ini salah, mau maju nggak bisa, mau mundur pun enggan #maticajalahakoh

Saya mencoba mengatur rasa suka ini sedemikian rupa sehingga, dengan dekat saja saya sudah bahagia, tanpa ada pemikiran untuk memilikinya atau pikiran kotor lainnya. Ya, dengan begitu, saya pikir ketika hubungan ini tidak sesuai harapan, saya masih bisa jalan sambil kayang seperti biasanya.

Tapi, ternyata pemikiran saya salah. Saya tetap saja sedih ketika membayangkan saya tidak lagi akan bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengannya sesering sekarang.

People come and go. Happiness in come, but sadness in go. Especially people that we love.

Sabtu, 28 Februari 2015

Mudah Diucapkan,Tak Mudah Dijalani. Diet.

Diet. Sebuah kata yang sangat mudah diucapkan,bahkan hanya terdiri dari dua suku kata. Tapi, untuk menjalaninya membutuhkan niat yang sangat besar. Kenapa? Karena pasti ada saja godaan di saat menjalani diet. Baik godaan yang datang dari diri sendiri, maupun dari orang lain.

Saya pribadi, saya memulai diet sejak awal tahun ini. Kenapa saya diet? Karena saya mulai tidak nyaman dengan perut saya yang buncit. Bukan karena sering dikatain "perut buncit" sama orang-orang di sekitar saya. Saya sih, masa bodoh dengan mereka :)))
Tapi, karena perut buncit saya mulai membuat saya tidak nyaman ketika saya duduk (berlipat-lipat booook..) dan terutama membuat baju dan celana saya menjadi terasa sempit. Selain bensin, harga sandang juga mengalami kenaikan, gaes :'(
Selain tidak nyaman, motivasi saya diet adalah saya kepingin menjadi model Victoria's Secret *dandan ala-ala Dijah Yellow* Hahahaha, bener deh! Saya iri dengan mereka. Contohnya saja si Mbak Doutzen. Udah punya anak, badannya masih begitu. Saya iri! Sungguh! *lempar BH ke pojok ruangan*

Karena itu, saya mulai olah raga rutin, mengurangi nasi, dan mengurangi gula. Saya olah raga cukup 2 hari sekali. Olah raga yang saya jalani antara lain jogging, berenang, aero pilates, dan satu lagi olah raga yang membuat saya semangat adalah muaythai. Kapan-kapan deh, saya posting tentang muaythai.
Di awal, tentu saja susah sekali mengumpulkan niat bangun pagi untuk olah raga. Apalagi saya termasuk anak yang suka tidur, kayak kebo. Tapi, alhamdulillah, sekarang sudah mulai menjadi kebiasaan. Selain membuat badan saya menjadi lebih kencang, saya merasa lebih sehat dan segar. Bahkan, pola tidur saya mulai stabil tanpa begadang. Saya juga jarang merasa pegal-pegal karena terlalu lama bekerja di depan komputer. Kalau pegal-pegal, paling itu karena muaythai :))

Untuk nasi, saya mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah. Itupun, nasi merah masih dicampur dengan nasi putih. Takut perut saya malah kaget. Dan untuk minuman, saya mulai membiasakan minum air putih. Kalaupun bosan dengan air putih, saya lebih pilih minum teh tawar. Sama-sama nggak ada rasanya. Bleh! Tapi, ya mau bagaimana lagi karena katanya, gula adalah salah satu penyumbang kebuncitan perut.

Bagaimana dengan ngemil? Saya tetap ngemil kok. Tapi, saya lebih memilih untuk ngemil buah-buahan. Kalau lagi ingin praktis, ya saya ngemil Fitbar yang katanya bisa membuat kita ngemil with no worry. Ya, percaya saja, deeeeeh..

Godaan terbesar saat saya diet adalah lapar mata dan hidung. Misal nih, siapa yang nggak tergoda dengan bentuk dan aroma dari tempe mendoan ataupun bentuk dan aroma dari ayam goreng KFC?! Awal-awal diet, saya susah sekali menghindari gorengan. Tapi, alhamdulillah, sekarang saya bisa menguranginya sedikit demi sedikit.

Dan ada lagi faktor yang sangat berperan dalam keberhasilan diet kita. Dukungan dari orang sekitar! Puji Tuhan banget, sahabat-sahabat dan keluarga saya sangat mendukung saya. Walaupun Ibu saya sedikit kecewa karena tidak ada lagi yang sukarela menghabiskan kelebihan makanan di rumah. Si pemakan segala sedang diet, Mami! Untuk sahabat-sahabat saya, mereka saya cekoki supaya ikut-ikutan saya olah raga rutin. Sebenarnya, biar saya ada teman buat olah raga saja, sih :)))

Niat baik belum tentu didukung semua orang. Ada saja kok yang komentar, "Gaya banget nggak makan nasi." atau, "Halah, pasti habis ini makan di tempat lain." atau, "Halaaaaah, gaya banget ngemilnya buah sama Fitbar." Daripada komentar terus kan capek. Mending tenaganya buat ikutan hidup sehat saja, yuk! :)))

Setelah 2 bulan diet, saya merasa lebih sehat daaaaaaan perut buncit saya menyusut!!! Celana saya banyak yang terasa longgar, saudara-saudara!! *joget-joget, kluget-kluget* Berat badan saya sih, hanya turun 2 kg dalam 2 bulan. Tapi, yang terpenting adalah saya merasa lebih sehat.

Salam olah raga!

Kamis, 29 Januari 2015

Cewek Girang

Sebut saja kami gank cewek girang.
Kenapa girang?
Karena kami tahu bagaimana cara menertawakan hidup. Ha!


Tak pernah saya bayangkan bahwa saya akan punya teman-teman seperti mereka. Nyebelin, njelehi, ngeselin, memalukan. Duh, kurang apa lagi sih merek sebagai teman?! Iya, mereka kurang ajar. Tapi, saya sayang mereka. Oke, anggap saja saya bilang "sayang mereka" karena malam ini saya sedang fly. Fly karena ngantuk.


Saya masih tidak percaya Tuhan mempertemukan saya dengan mereka. Mereka yang sering saya "FAK-FAK"in. Mereka yang tidak segan marah kalau saya memang sedang menyebalkan. Mereka yang sering mengkritik saya. Mereka yang suka mem-bully saya. Mereka yang open mind untuk diajak diskusi. Mereka yang tidak segan memuji kalau memang saya pantas dipuji, walaupun ujung-ujungnya tetap menghina, "Mon, kamu cantik hari ini. Kayak bidadari. Tapi, bidadari tempatnya bukan di bumi." Oke, sip!

Dan, mereka yang sudah membuat saya bahagia.